Showroom tersebut akan mengikuti standar global VinFast. Di tahap awal, beberapa model akan dipasarkan. Beberapa nama yang disebut adalah Flazz, Evo, Feliz II, dan Viper. Yang menarik, model-model ini mengusung teknologi battery swapping atau penukaran baterai.
Di sisi lain, VinFast tak menunggu produknya meluncur untuk membangun infrastruktur pendukung. Mereka sudah bergerak lebih dulu. Misalnya, dengan menggandeng V-Green, perusahaan infrastruktur pengisian global, untuk menyiapkan stasiun penukaran baterai.
Uji coba jaringan stasiun ini bahkan sudah berjalan di wilayah Jabodetabek. Jadi, ketika motor listriknya resmi dijual nanti, konsumen bisa langsung merasakan kemudahannya. Pendekatan terintegrasi semacam ini bisa jadi game changer di pasar.
Indonesia, dengan penjualan motor konvensional yang mencapai jutaan unit per tahun, adalah pasar raksasa yang sedang bertransisi. VinFast, dengan segala persiapannya, berusaha mengambil peran di fase awal transisi ini. Mereka tak hanya menjual kendaraan, tapi juga berusaha menawarkan pengalaman baru yang lebih praktis.
Ke depan, mereka berjanji akan menghadirkan model-model baru yang lebih disesuaikan dengan selera dan kondisi jalan di Indonesia. Perjalanan mereka baru dimulai, dan patut ditunggu langkah selanjutnya.
(UDA)
Artikel Terkait
Polda Sumsel Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Palembang dan Lubuk Linggau dalam Kurang dari Sehari
Mitos Larangan Mandi hingga Vaksin, Ini 7 Fakta Campak yang Perlu Diluruskan
Pengadilan Tinggi Jakarta Perberat Vonis Jimmy Marsin Jadi 10 Tahun Penjara
Bus Bandara Blok M-Soetta Resmi Beroperasi, Tarif Promo Rp3.500 Tiga Bulan