Presiden bahkan sudah menunjuk Bahlil sebagai Ketua Satgas Percepatan Transisi Energi. Tugasnya jelas: eksekusi secepat mungkin. "Kita akan melaksanakan elektrifikasi energi terbarukan dari tenaga surya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kita akan membangun 100 gigawatt," perintah Prabowo.
Di sisi lain, transisi energi ini tak cuma soal pembangkit listrik besar. Pemerintah juga mendorong program konversi motor listrik, sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas.
Menurut Presiden, posisi Indonesia sebenarnya cukup beruntung. Banyak negara menghadapi tantangan energi yang lebih pelik. Sementara kita punya sumber alternatif yang melimpah ruah. Dari kelapa sawit, singkong, jagung, tebu, hingga biomassa.
Terutama panas bumi. "Kita punya geothermal yang sangat besar, kalau tidak salah, kedua cadangan terbesar di dunia yang belum dieksploitasi sepenuhnya," katanya.
Jadi, targetnya ambisius. Waktunya singkat. Tapi dengan segala potensi yang ada, pemerintah yakin swasembada energi dalam empat tahun bukanlah mimpi belaka.
Artikel Terkait
DPR Sahkan Lima Nama Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2031
IHSG Mengawali Perdagangan dengan Kenaikan Tipis di Tengah Sentimen Global Campur Aduk
BBC Masuki Markas Rahasia Batalion Perempuan Kurdi di Tengah Ketegangan Iran-AS
Saan Mustopa Ingatkan Kepala Daerah Jaga Integritas di Tengah Rentetan OTT KPK