"Kita sudah punya rencana swasembada pangan. Alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya rencana swasembada energi, yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi. Tapi kita harus percepat," tegasnya.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. "Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bisa atasi masalah ini," tambahnya.
Di sisi energi, fokusnya adalah mengurangi ketergantungan pada BBM impor. Indonesia punya pengalaman sukses dengan biodiesel sawit yang membuat kita berhenti mengimpor Solar. Ke depan, pemanfaatan sumber lain seperti singkong untuk bahan bakar akan digenjot.
Belum lagi potensi energi terbarukan yang masih sangat besar. "Kita punya geothermal yang sangat besar, terbesar kedua di dunia. Belum dieksploitasi sepenuhnya," papar Prabowo.
Namun, ada satu sumber energi yang mendapat perintah khusus: matahari. Prabowo sudah menginstruksikan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan skala yang ambisius, mencapai 100 Gigawatt.
"Kita akan melaksanakan elektrifikasi. Energi terbarukan dari surya, dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan membangun energi 100 GW. Itu sudah perintah saya, keputusan saya," tegasnya dengan nada meyakinkan.
Komitmennya bulat. "Kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini."
Artikel Terkait
Saan Mustopa Ingatkan Kepala Daerah Jaga Integritas di Tengah Rentetan OTT KPK
Pelni Siapkan Sembilan Kapal untuk Layani Mudik Lebaran 2026
Brimob Bubarkan Aksi Balap Liar di Duren Sawit, Tiga Pemuda Diamankan
Truk Terguling di Depan Gedung DPR/MPR, Macet Parah dan Layanan Transjakarta Terganggu