OJK Sodorkan Roadmap Integralitas untuk Atasi Masalah Struktural di Pasar Modal

- Kamis, 12 Maret 2026 | 06:45 WIB
OJK Sodorkan Roadmap Integralitas untuk Atasi Masalah Struktural di Pasar Modal

Lalu ada likuiditas. Di sini, rencananya adalah menaikkan batas minimum free float jadi 15%. Juga, beragam upaya untuk mendalami pasar lewat pengembangan produk dan layanan baru.

Klaster transparansi tampaknya menyentuh hal yang paling krusial. Ini langsung berkaitan dengan keputusan MSCI Inc. yang membekukan rebalancing saham Indonesia beberapa waktu lalu.

"Pada klaster transparansi, akan kita lakukan penguatan keterbukaan, termasuk mengungkap ultimate beneficial owner atau UBO di balik kepemilikan saham," tegas Hasan.

Ini memang salah satu fokus MSCI. Mereka melakukan interim freeze karena masalah transparansi data kepemilikan saham di Indonesia dinilai masih buram.

Terakhir, klaster akuntabilitas. Cakupannya luas, dari penguatan tata kelola emiten, penegakan hukum yang konsisten, hingga wacana demutualisasi Bursa Efek Indonesia sebagai reformasi struktural jangka panjang.

Tak hanya lima klaster itu, Hasan juga menekankan empat pilar pendukung. Keempatnya adalah penguatan organisasi dan SDM di internal OJK, penyediaan infrastruktur yang memadai, serta dukungan anggaran yang pasti.

"Visi yang ingin diwujudkan adalah membangun sektor PMDK Indonesia yang terpercaya, modern, dan berdaya saing," pungkasnya.

Dia berharap, dengan arsitektur baru ini, pasar modal bisa jadi mesin pembiayaan pembangunan nasional yang lebih kuat. Sekaligus, tentu saja, mengembalikan kepercayaan investor domestik dan global.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar