Jakarta – Di tengah badai krisis global yang melanda, Presiden Prabowo Subianto justru melihat secercah peluang. Momentum itu disebutnya sebagai 'berkah terselubung' yang mendorong Indonesia berlari lebih cepat menuju kemandirian. Pernyataan itu disampaikan dalam peringatan satu tahun Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rabu (11/3/2026) lalu.
Menurut Presiden, situasi sulit saat ini memaksa pemerintah untuk tak lagi setengah-setengah. Semua rencana baik, terutama di sektor pangan dan energi, harus segera dieksekusi. "Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat," tegasnya.
"Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh kesulitan, memang penuh tantangan, tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik,"
ujar Prabowo di hadapan para pengelola Danantara.
Lalu, bagaimana caranya? Presiden langsung menyasar sektor energi. Dengan nada tegas, ia memerintahkan akselerasi pembangunan pembangkit listrik dari energi terbarukan dengan target yang ambisius: 100 gigawatt.
"Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membangun 100 gigawatt, itu sudah perintah saya, itu sudah keputusan saya,"
Artikel Terkait
Polri dan Jurnalis Bagikan 100 Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Jakarta Barat
Iran Balas Serangan AS, Kapal Kargo Diserang di Selat Hormuz
F-PKB MPR Gelar Peringatan Nuzulul Quran dan Santunan Anak Yatim
Ketua Umum ISKI Baru: Komunikasi Krusial Jaga Kedaulatan di Era Banjir Disinformasi