Iran Balas Serangan AS, Kapal Kargo Diserang di Selat Hormuz

- Rabu, 11 Maret 2026 | 22:00 WIB
Iran Balas Serangan AS, Kapal Kargo Diserang di Selat Hormuz

TVRINews – Dubai

Eskalasi Konflik Timur Tengah Meningkat Usai Iran Lancarkan Serangan Balasan

Suasana mencekam kembali menyelimuti Selat Hormuz. Pada Rabu, 11 Maret 2026, sebuah kapal kargo dilaporkan terkena serangan proyektil. Kebakaran hebat langsung menjalar di atas dek kapal, menambah daftar panjang insiden di jalur pelayaran global yang sudah berada di titik kritis.

Serangan di perairan sempit itu bukanlah sebuah kebetulan. Menurut sejumlah saksi, insiden ini terjadi berbarengan dengan gelombang serangan baru yang diluncurkan Iran ke berbagai titik di Timur Tengah. Tampaknya, ini adalah respons langsung Teheran.

Targetnya? Operasi militer skala besar AS yang dijuluki "Operasi Epic Fury", yang sebelumnya menyasar infrastruktur pertahanan Iran. Namun begitu, serangan balasan Iran ternyata tak hanya berhenti di laut. Serangan udara mereka juga dilaporkan mengarah ke sejumlah negara tetangga, termasuk Israel, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Dominasi Militer di Kawasan

Di sisi lain, pihak Amerika Serikat justru terlihat semakin agresif. Laksamana Brad Cooper, Komandan Komando Sentral AS, dengan tegas mengonfirmasi bahwa tekanan sistematis terhadap aset militer Iran terus dilakukan. Dalam pernyataan resminya, Cooper bahkan menyebut pasukannya baru saja melumpuhkan kapal perang terakhir dari kelas Soleimani.

"Hingga saat ini, kami telah menyerang lebih dari 5.500 target di dalam wilayah Iran, termasuk lebih dari 60 kapal dengan menggunakan berbagai sistem senjata presisi," ujar Cooper.

Pernyataannya itu disampaikan melalui video yang diunggah di platform X, Rabu lalu. Ia menegaskan, intensitas serangan udara AS melonjak tajam dalam 24 jam terakhir. Tujuannya jelas: mengikis habis kemampuan ofensif Iran.

"Baru kemarin, kami melancarkan gelombang serangan hampir setiap jam dari berbagai lokasi dan arah menuju Iran. Kekuatan tempur AS terus meningkat, sementara kekuatan tempur Iran kian menurun," tegasnya lagi.

Superioritas Udara

Menurut penilaian internal militer AS, situasi di lapangan mulai berpihak pada mereka. Operasi gabungan yang berjalan disebut telah berhasil menguasai ruang udara di sebagian besar wilayah Iran. Fokusnya sekarang adalah menetralisir ancaman utama: peluncur rudal balistik dan pusat kendali drone yang kerap menebar teror di kawasan.

"Seluruh tim bekerja dengan sangat luar biasa. Operasi serangan dari Pasukan Gabungan terus berlanjut. Saya menilai bahwa kami jelas sedang memegang superioritas udara atas wilayah Iran yang sangat luas," tambah Cooper, mencoba menggambarkan momentum yang sedang mereka raih.

Sementara ketegangan militer memanas, nasib kapal kargo di Selat Hormuz masih menjadi tanda tanya. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi soal korban jiwa dari insiden kebakaran tersebut. Yang pasti, otoritas maritim internasional sudah mengeluarkan peringatan. Mereka meminta semua kapal komersial untuk ekstra waspada saat melintasi jalur strategis yang kini jadi ajang pertikaian itu.


Penulis: Fityan
Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar