Suasana Selasar Nusantara V di Gedung MPR RI Jakarta kemarin (11/3) terasa berbeda. Biasanya tempat itu dipenuhi debat politik, namun kali ini riuh rendah oleh lantunan ayat suci Al-Qur'an dan canda tawa puluhan anak yatim. Fraksi PKB MPR memang sengaja menggelar acara spesial: peringatan Nuzulul Qur'an sekaligus santunan.
Ketua F-PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, dalam sambutannya mengingatkan semua yang hadir tentang keistimewaan Ramadan. Bulan ini bukan cuma tentang menahan lapar dan dahaga, lho. Tapi juga bulan di mana kitab suci Al-Qur'an pertama kali diturunkan.
"Al-Qur'an itu pedoman hidup kita. Peta jalannya umat Islam," ujar Neng Eem.
"Dari sanalah kita tahu mana jalan yang benar untuk ditempuh, mana yang harus kita jauhi. Hidup jadi punya arah yang jelas, baik di dunia sekarang maupun nanti."
Namun begitu, Neng Eem tak hanya bicara soal spiritualitas. Ia menyoroti kondisi dunia yang carut-marut belakangan ini. Perang di sana-sini, tensi internasional yang kerap memanas. Dalam situasi seperti itu, menurutnya, Indonesia justru harus makin kuat merawat persatuannya.
Kokohnya persatuan, sambungnya, akan mengubah kita menjadi bangsa besar. Bangsa yang bisa mengayomi semua suku di dalamnya, tumbuh bersama tanpa perlu mengancam keberadaan bangsa lain.
"Konstitusi kita sendiri kan mengajarkan untuk menghormati kedaulatan bangsa lain," tegasnya.
"Justru dengan mengakui keberadaan mereka, bukan meniadakannya, kita akan menjadi bangsa yang kuat. Jadi pelopor perdamaian, bukan sumber ancaman."
Pendapat senada datang dari Plt Sekjen MPR RI, Siti Fauziah. Menurutnya, acara seperti ini punya dampak yang nyata.
"Ini bukan sekadar seremoni. Nuzulul Qur'an dan santunan ke anak yatim ini intinya mempererat hubungan antar manusia," kata Siti.
"Dengan begitu, persatuan yang kita gembar-gemborkan itu benar-benar terasa, bukan cuma di atas kertas."
Acara itu sendiri berlangsung cukup meriah. Selain diisi tausiyah dari KH Yusuf Khudori, juga ada bazar dari pengusaha UMKM. Tentu saja, para anak yatim yang hadir menjadi perhatian utama, menerima santunan dengan wajah-wajah ceria. Sejumlah anggota F-PKB MPR RI tampak hadir, larut dalam nuansa kebersamaan yang berbeda dari agenda politik biasanya.
Artikel Terkait
AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran sebagai Respons Penembakan Helikopter Apache di Selat Hormuz
Herdman Sesali Penyelesaian Akhir Kurang Tajam meski Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0
Ribuan Guru Blokir Akses ke Stadion Azteca Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026
Presiden Miliki Hak Prerogatif Perpanjang Usia Pensiun Kapolri, Wamenkum Tegaskan