Menurut penjelasan Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, uang itu diduga kuat akan diserahkan Harry sang Kadis, kepada Bupati Fikri.
Jelas Asep. Ia lalu membeberkan rincian penyimpanannya yang cukup berantakan.
Dari mobil, tas hitam, sampai kolong televisi di rumah orang lain. Penyebaran barang buktinya menunjukkan upaya untuk menyembunyikan, meski pada akhirnya sia-sia belaka. Kini, uang itu menjadi saksi bisu sebuah transaksi gelap yang gagal.
Artikel Terkait
KemenPPPA Dorong Permainan Tradisional untuk Kurangi Kecanduan Gawai pada Anak
Pemerintah dan DPR Sepakat Percepat RUU Hukum Perdata Internasional untuk Lindungi Anak WNI di Luar Negeri
Iran Serang Dua Kapal di Selat Hormuz, Tiga Awak Thailand Hilang
Presiden Prabowo Tegaskan Danantara Harus Jadi Lembaga Paling Diawasi