"Untuk alternatif kedua, kita akan membongkar gedung paling depan guna membuka akses jalan, setelah itu tinggal menangani di tikungan jalan. Nanti akan dikoordinasikan lagi dengan Dinas Kabupaten,"
jelas Henggar.
Sementara di lokasi pengungsian sementara, kegiatan belajar ternyata masih bisa berjalan. Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, menyebut 108 siswanya tetap bisa belajar dengan normal di gedung madrasah yang dipinjam.
"Kegiatan belajar masih berlangsung dengan baik,"
katanya meyakinkan.
Soal rencana relokasi permanen, Najib mengaku pihak sekolah dan AUM sudah mencari calon lokasi pengganti. Tempatnya sudah didiskusikan dengan pengurus ranting setempat.
"Sudah mengajukan laporan ke dinas dan memang harus direlokasi. Tempat sudah diskusi dengan ketua ranting, tinggal pengecekan,"
pungkasnya. Sekarang, semua tinggal menunggu tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing