Menu Lele Mentah di MBG Bikin Heboh, Sekolah Langsung Tolak
Program Makan Bergizi Gratis lagi-lagi jadi perbincangan. Kali ini, gara-gara sebuah video yang menunjukkan paket makanan berisi ikan lele yang disebut-sebut masih mentah bahkan konon masih hidup. Paket itu rencananya untuk siswa SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur. Tapi ya, langsung ditolak mentah-mentah oleh pihak sekolah.
Dalam video yang menyebar itu, terlihat satu kotak berisi ikan lele yang tampak segar atau mungkin terlalu segar ditambah dua potong tahu dan tempe. Katanya, itu jatah makan untuk tiga hari. Cuma bayangkan saja, menyimpan ikan seperti itu dari Selasa sampai Rabu? Pihak sekolah pun punya alasan kuat untuk menolak. Selain baunya yang amis, khawatirnya cepat busuk dan malah membahayakan siswa.
Menanggapi viralnya video itu, Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat bicara. Menurut mereka, gambar yang beredar nggak menunjukkan paket secara utuh. Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN, mencoba meluruskan.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan sebenarnya lengkap. Cuma, dalam video yang beredar cuma kelihatan sebagian. Soalnya pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan itu dari mobil distribusi," jelas Nanik.
Jadi, menu sebenarnya apa? Rupanya lebih variatif dari yang dikira. Menurut penjelasan BGN, paket itu berisi lele marinasi, tahu tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, plus buah naga. Mereka bilang, menu ini dirancang dengan mempertimbangkan gizi seimbang dan tentu saja, keamanannya.
"Program MBG ini prioritas utama ya keamanan pangan dan kualitas gizi. Kami terus pantau dan evaluasi biar semua proses, dari persiapan sampai distribusi, sesuai standar," tambah Nanik.
Nah, soal ikan lele yang jadi sorotan, ahli gizi dari SPPG Pamekasan Pademawu, Fikri Kuttawakil, punya penjelasan tersendiri.
"Kenapa pakai lele marinasi? Pertama, biar gizinya nggak berkurang dan proteinnya tetap terjaga. Kedua, dengan cara dimarinasi, lele bisa bertahan sampai satu hari," ujar Fikri.
Jadi, ada penjelasan di baliknya. Tapi, tetap saja kejadian ini menyisakan tanda tanya besar di masyarakat. Bagaimana proses distribusinya? Apakah komunikasi antara penyedia dan sekolah sudah optimal? Soalnya, yang sampai ke publik cuma gambar ikan lele mentah di dalam kotak. Cerita lengkapnya, seperti biasa, seringkali tersembunyi di balik frame yang viral.
Artikel Terkait
Pemda DIY: Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha
Kebakaran Gudang PT. Lucky di Tangerang Hanguskan Isi Makanan Kucing dan Perabot, Kerugian Capai Rp 10 Miliar
Anggota TNI Dianiaya di Stasiun Depok Baru Usai Tegur Ibu yang Pukul Anak
Jemaah Haji Indonesia Diimbau Jaga Kaki dari Lecet dan Panas, Petugas Siapkan Gelar Identitas Antisipasi Tersesat