Di sisi lain, televisi pemerintah Iran sendiri pernah menyebut Mojtaba sebagai veteran perang yang terluka dalam "perang Ramadan". Meski begitu, rincian cedera yang dialaminya tak pernah dijelaskan secara gamblang.
Semua ini terjadi di tengah situasi yang sudah panas. Sejak akhir Februari, AS dan Israel memang melancarkan serangan skala besar ke Iran. Rentetan serangan itu memakan banyak korban, termasuk tokoh-tokoh penting. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi sebelumnya dan ayah dari Mojtaba, dilaporkan menjadi salah satu yang tewas.
Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone, menyasar target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Lalu, hanya berselang sepekan setelah sang ayah wafat, tepatnya pada Minggu (8/3), otoritas Iran membuat pengumuman resmi. Mojtaba Khamenei, pria berusia 56 tahun itu, dipilih untuk menggantikan ayahnya. Dia kini adalah pemimpin tertinggi yang baru, memegang tampuk kepemimpinan di tengah kobaran konflik.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing