Perlu diingat, Nadiem sendiri adalah terdakwa dalam kasus yang sama, meski proses perkaranya dipisah.
Selain soal grup WhatsApp, persidangan juga mengupas tujuan program pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Nadiem dengan gamblang menyatakan bahwa program ini dari awal tidak diperuntukkan bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Logikanya sederhana: program ini mensyaratkan akses listrik dan internet yang memadai.
"Tetapi melihat kriteria dalam paparan 6 Mei sangat jelas di persidangan kemarin, target daripada pengadaan laptop ini hanya untuk daerah yang memiliki akses listrik, memiliki akses internet, tidak pernah menerima laptop sebelumnya, dan punya kapasitas," papar Nadiem.
Dia melanjutkan, "Kalau tidak salah kapasitas siswa yang cukup sehingga ruangannya besar dan bisa sekolah-sekolah di sekitarnya nimbrung kalau pada saat AKM, kalau tidak salah ya itu alasannya."
Intinya, Nadiem menegaskan bahwa dalam rapat-rapat persiapan, tidak pernah disampaikan kepadanya bahwa program ini untuk daerah 3T. Fakta di persidangan justru membuktikan sebaliknya.
"Jadi pertanyaannya Pak Jaksa itu adalah itu yang saya mau coba jawab, bahwa pertimbangan-pertimbangan tersebut dibahas di dalam itu, tetapi yang menarik di dalam meeting 6 Mei tidak pernah dipaparkan ke saya bahwa program ini adalah untuk 3T. Dan ternyata melalui proses persidangan semua saksi juga menyebut bahwa target daripada program ini bukan daerah 3T tapi justru sekolah yang memiliki akses internet dan listrik," imbuhnya.
Uraian Nadiem di persidangan ini semakin memperjelas kompleksitas kasus korupsi pengadaan Chromebook. Dari sekadar soal nama grup WhatsApp hingga sasaran program yang ternyata melenceng dari narasi awal.
Artikel Terkait
KIP Perintahkan UGM Buka Dokumen Akademik Jokowi, dengan Penyensoran
Atletico Madrid Hajar Tottenham 5-2, Bayern Muenchen Gencet Atalanta 1-6 di Liga Champions
Anggota DPR Sebut OTT KPK yang Jerat Bupati dan Wakil Bupati sebagai Bencana
Ditlantas Polda Metro Jaya Buka Layanan SIM Keliling di Empat Titik Jakarta