Suasana di Jalan Deplu I, Bintaro, mendadak ricuh Jumat lalu. Seekor anjing yang terus menggonggong sejak pagi menarik perhatian warga. Rupanya, itu pertanda. Seorang pria berinisial BAS (54) ditemukan tewas di dalam rumahnya, dengan luka tembak di kepala.
Menurut sejumlah saksi, awalnya hanya bagian kaki korban yang terlihat dari arah kamar atau ruang kerjanya. Setelah shalat Jumat, ketika dicek kembali, kondisi pria paruh baya itu sudah tak bernyawa. Darah menggenang di bagian wajah dan kasur. Cukup mengerikan.
Warga pun segera menghubungi polisi lewat panggilan darurat 110.
"Setelah tindakan di TKP, kami langsung koordinasi dengan RS Polri untuk autopsi. Tujuannya, memastikan ada tidaknya unsur pidana lain di balik ini,"
kata Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, seperti dilaporkan Antara, Selasa (10/3/2026).
Petugas yang datang kemudian mengevakuasi jenazah ke RS Polri Kramat Jati. Pemeriksaan di tempat kejadian perkara membuahkan temuan mengejutkan: satu pucuk senjata api dan tiga airsoft gun. Semuanya diamankan untuk diteliti lebih jauh.
Soal senjata api itu, polisi menyebut kalibernya 9 milimeter. Yang jelas, senjata itu tidak punya izin. Dari mana asalnya? Itu yang masih digali.
"Kami berkoordinasi dengan Dit Intelkam Polda Metro Jaya, Subdit Handak, untuk pengembangan soal kepemilikan senjata ini. Soalnya kan ada beberapa barang, satu senjata api dan tiga airsoft gun,"
tambahnya.
Penyelidikan masih terus berjalan. Polisi berusaha menyambung titik-titik yang tercecer, mencoba merekonstruksi peristiwa nahas yang merenggut nyawa BAS. Lingkungan sekitar pun masih diliputi tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Prabowo Targetkan Bangun dan Renovasi 400 Rumah Sakit di Seluruh Kabupaten dalam Tiga Tahun
Mobil Pengangkut Makan Bergizi Gratis Tersangkut Separator di Depok Akibat Sopir Lupa Rem Tangan
PT Global Loyalty Indonesia Bantah Giorgio Antonio Chandra Berstatus CEO dan Pemilik Perusahaan
Akademisi Apresiasi Langkah Dasco Fasilitasi Pertemuan BI dan Kemenkeu di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global