Kecaman serupa ternyata tak hanya datang dari Kuwait. Sehari sebelumnya, Senin (9/3/2026), Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim bin Jaber Al Thani menyuarakan hal yang mirip. Dalam wawancara dengan Sky News, ia menggambarkan adanya rasa pengkhianatan yang mendalam dari kepemimpinan Iran.
"Mungkin hanya satu jam setelah dimulainya perang, Qatar dan negara-negara Teluk lainnya langsung diserang," kata Sheikh Mohammed.
Serangan Iran ini sendiri disebut-sebut sebagai aksi balasan atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam tersebut. Situasinya memang rumit. Di satu sisi ada hubungan keagamaan dan kedaerahan, di sisi lain, realitas politik dan keamanan berbicara lain. Kini, gelombang ketegangan di kawasan itu terasa semakin panas.
Artikel Terkait
Tiga Terpidana Kasus Suap Minyak Goreng Rp60 Miliar Ajukan Banding
Trump Kritik Pengangkatan Mojtaba Khamenei Sebagai Kesalahan Besar
Bareskrim Usut Dugaan Pelecehan Seksual Mantan Pelatih Atlet Panjat Tebing Sejak 2021
Trump Klaim Konflik dengan Iran Segera Berakhir, Waspadai Potensi Eskalasi di Bawah Pimpinan Baru