MURIANETWORK.COM - Sorotan publik semakin tajam mengarah ke tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pemicunya, sikap Ketua Umum Yahya Cholil Staquf yang dianggap menantang keputusan Syuriyah yang memintanya mundur. Situasinya memang tidak sederhana.
Menurut pengamat politik Rocky Gerung, kondisi ini adalah konsekuensi logis yang harus dihadapi ormas Islam terbesar di Indonesia itu. Ia melihat suasana di internal NU sedang pelik, bahkan bisa dibilang rumit.
“Organisasi yang dirancang sebetulnya untuk memelihara ethics value itu tapi kemudian terlihat dalam soal-soal yang politik pragmatis,” ujarnya.
Rocky menyampaikan hal itu melalui kanal YouTube pribadinya, Senin malam, 24 November 2025.
“Kesimpulan dari analisis kita bahwa NU memang akan selalu ada di dalam kondisi prahara,” tambahnya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir