Maka, proyek ini dianggap krusial. Selain untuk jaminan pasokan, juga membuka peluang ekonomi baru. Pemerintah daerah berjanji memberikan dukungan penuh, mulai dari perbaikan konektivitas logistik, infrastruktur, sampai penguatan ekosistem.
“Insya Allah, apa yang menjadi tanggung jawab kami di daerah akan kami selesaikan secepat mungkin agar proyek ini dapat segera berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Iqbal.
MoU ini merupakan tindak lanjut dari peletakan batu pertama yang sudah dilakukan sebelumnya di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa. Proyeknya dirancang membangun sistem yang modern dan lengkap, mulai dari bibit, pakan, produksi, hingga pengolahan dan distribusi.
Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, menyebut kapasitas BUMN pangannya siap mendukung. Jaringannya luas: 74 cabang distribusi, 24 cold storage, lebih dari seribu dry storage, dan armada logistik yang mencapai 900 unit tersebar di seluruh Indonesia.
Melalui kerja sama ini, ID Food akan membangun ekosistem terintegrasi secara bertahap. Di hulu, mereka akan urusi penyediaan bibit unggul, pakan, obat, dan vaksin.
Pada tahap produksi, peternak rakyat akan didorong lewat skema contract farming dan perjanjian offtake agar hasil panen punya kepastian pasar. Mereka juga akan dapat pelatihan, pendampingan teknis, serta akses pembiayaan dari berbagai skema kredit.
“Sementara pada tahap hilir, ID Food akan memperkuat pengolahan hasil peternakan melalui fasilitas rumah potong unggas, pengolahan karkas, hingga pengemasan produk, yang kemudian akan dipasarkan melalui jaringan distribusi nasional,” papar Ghimoyo.
Artikel Terkait
Putin Desak AS-Israel Akhiri Konflik Iran dalam Telepon dengan Trump
DPR Terima Surat Presiden, Fit and Proper Test Calon Komisioner OJK Segar Digelar
Kejati Sulut Siap Tetapkan Tersangka Korupsi Tambang Emas Ratatotok
Pemprov DKI Luncurkan Program Mudik ke Jakarta untuk Hidupkan Pariwisata Saat Lebaran