Namun begitu, di tengah kekhawatiran itu, Presiden menyimpan optimisme. Ia mengakui bahwa kesulitan mungkin akan datang. Tapi ia yakin Indonesia punya pondasi untuk bertahan, bahkan keluar lebih kuat.
"Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutup-nutupi itu. Tapi kita punya kekuatan, perkiraan saya, kita akan keluar lebih kuat. Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri," ujarnya.
Di sisi lain, ada satu hal yang membuatnya sedikit bernapas lega: ketahanan pangan. Saat konflik memicu kenaikan harga BBM yang berimbas pada harga pangan global, Indonesia setidaknya punya modal dasar yang kokoh. Prabowo menyebut bangsa ini sudah mencapai swasembada beras. Target selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan protein secara mandiri.
"Apa pun terjadi di mana bangsa-bangsa lain banyak akan mengalami kesulitan, minimal kita aman masalah pangan," kata Prabowo.
Pesan utamanya jelas. Untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian itu, langkah pertama yang non-negotiable adalah memberantas habis praktik korupsi dan kolusi yang selama ini menggerogoti kekayaan negara dari dalam.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Tahan 270 WNA di Bali, Imigrasi Beri Keringanan
Bocoran Desain CAD Ungkap Wujud dan Spesifikasi iPhone Fold Apple
Qarrar Firhand Rebut Posisi 10 Besar di Final WSK Super Master Series Italia
Israel Balas Serangan Rudal Iran dengan Hantam Peluncur Rudal