Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Nasional Aman hingga Akhir Tahun

- Selasa, 10 Maret 2026 | 08:50 WIB
Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Nasional Aman hingga Akhir Tahun

Stok pangan nasional, terutama beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman. Begitulah penegasan Perum Bulog yang menyatakan cadangan kita cukup hingga akhir tahun nanti. Masyarakat pun diminta untuk tenang dan tidak perlu terburu-buru memborong kebutuhan.

Menurut Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, angka Cadangan Beras Pemerintah yang mereka kelola sudah mencapai 3,74 juta ton. Dan ini diprediksi bakal terus bertambah.

“Stok beras yang dikuasai Bulog saat ini berada pada level yang sangat kuat, yakni sekitar 3,74 juta ton,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

“Dengan adanya panen di berbagai daerah serta upaya penyerapan yang terus kami lakukan, kami memproyeksikan stok tersebut akan meningkat dan pada akhir Maret dapat mencapai kisaran 4,5 hingga 5 juta ton.”

Jadi, bukan sekadar klaim kosong. Proyeksi kenaikan itu didasari oleh musim panen yang sedang berlangsung di sejumlah wilayah, ditambah dengan program penyerapan gabah dan beras lokal yang rutin dilakukan. Artinya, angka tadi kemungkinan besar akan membengkak dalam beberapa pekan ke depan.

Lalu bagaimana dengan minyak goreng? Di sisi lain, distribusi minyak goreng juga diklaim lancar. Bulog mendapat jatah tetap sekitar 46 juta liter Minyakita per bulan lewat aturan DMO dari Kementerian Perdagangan. Pasokan yang menurut mereka sangat mumpuni.

“Dengan stok beras yang kuat serta dukungan pasokan minyak goreng melalui kebijakan DMO, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan," kata Ahmad.

"Kami memastikan pasokan tetap tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.”

Nah, kalau dua komoditas pokok itu aman, bagaimana dengan bahan kebutuhan lainnya? Pantauan di lapangan menunjukkan persediaan sembako lain juga terbilang memadai. Harganya pun masih relatif normal, tidak ada gejolak yang berarti.

Menyikapi kondisi yang cukup stabil ini, imbauan pun kembali disuarakan. Masyarakat diharapkan bisa berbelanja secara cerdas: beli sesuai kebutuhan, hindari penimbunan. Panic buying justru bisa memicu masalah yang sebenarnya tidak ada.

“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar,” tegas Ahmad.

Ke depan, Bulog bersama pemerintah berjanji akan terus menjaga keseimbangan ini. Strateginya bermacam-macam, mulai dari memperbaiki sistem distribusi, menyerap hasil panen petani lokal secara maksimal, hingga menjalankan program-program lain yang bertujuan menstabilkan situasi pangan nasional. Semua itu dilakukan agar ketahanan pangan benar-benar terjaga, tidak hanya di atas kertas.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar