Di sebuah konferensi Partai Republik yang ramai di Florida, Donald Trump berbicara tentang perang dengan Iran. Bukan sebagai konflik besar yang berlarut-larut, tapi sebagai sesuatu yang lain. Mantan Presiden AS itu menyebutnya "ekskursi jangka pendek". Ya, semacam perjalanan singkat.
"Kami melakukan sedikit ekskursi karena kami merasa harus melakukan itu untuk menyingkirkan beberapa kejahatan," ujarnya, Selasa (10/3/2026) lalu.
Trump menegaskan, serangan gabungan AS dan Israel akan terus berlanjut. Tujuannya? Sampai Iran, menurutnya, "benar-benar dan secara telak dikalahkan." Dia punya alasan mendesak. "Jika kita tidak melakukan itu, mereka akan memiliki senjata nuklir dalam waktu dua minggu," tambahnya, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Klaim-klaim lain pun dilontarkan. Dengan nada penuh keyakinan, Trump menyatakan pasukan AS-Israel telah "menghancurkan" Iran. Kemampuan drone dan rudal mereka, katanya, sedang dihancurkan sepenuhnya. Bahkan soal Angkatan Laut Iran, dia menggambarkan situasi yang suram.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Tahan 270 WNA di Bali, Imigrasi Beri Keringanan
Bocoran Desain CAD Ungkap Wujud dan Spesifikasi iPhone Fold Apple
Qarrar Firhand Rebut Posisi 10 Besar di Final WSK Super Master Series Italia
Israel Balas Serangan Rudal Iran dengan Hantam Peluncur Rudal