Pantau – Meski harga minyak dunia melonjak akibat ketegangan AS dan Israel dengan Iran, pemerintah memastikan belum ada rencana menaikkan harga BBM bersubsidi. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” ungkap Purbaya kepada para wartawan di Jakarta. Ia menegaskan, skema subsidi untuk saat ini belum akan diutak-atik.
Lantas, apa yang menjadi pertimbangan pemerintah? Rupanya, kondisi keuangan negara masih dianggap kuat. Purbaya menjelaskan, rata-rata harga minyak dunia saat ini masih berada di bawah batas maksimal yang sudah ditetapkan dalam APBN. Dengan kata lain, anggaran negara masih mampu menahan gejolak harga yang terjadi.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” ujarnya dengan nada santai. Ia juga menyebut kondisi pasokan dalam negeri masih aman, seperti yang telah dikonfirmasi oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Pemerintah Pantau Perkembangan Harga Minyak Dunia
Namun begitu, pemerintah tak tinggal diam. Purbaya menyebut pihaknya akan mengamati perkembangan harga minyak dunia selama sekitar satu bulan ke depan. Langkah ini dianggap penting untuk melihat tren yang lebih jelas sebelum memutuskan kebijakan lanjutan.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas,” jelasnya.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Tahan 270 WNA di Bali, Imigrasi Beri Keringanan
Bocoran Desain CAD Ungkap Wujud dan Spesifikasi iPhone Fold Apple
Qarrar Firhand Rebut Posisi 10 Besar di Final WSK Super Master Series Italia
Israel Balas Serangan Rudal Iran dengan Hantam Peluncur Rudal