Di tengah hiruk-pikuk ketegangan geopolitik dan ancaman resesi yang mengglobal, Presiden Prabowo Subianto justru menyuarakan optimisme. Ia menyatakan posisi Indonesia relatif aman, khususnya dalam hal yang paling mendasar: ketahanan pangan. Pernyataan ini disampaikannya secara virtual, Senin (9/3/2026), saat meresmikan 218 jembatan di berbagai daerah.
Memang, dunia sedang tidak baik-baik saja. Konflik di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus memanas. Namun begitu, Presiden meyakinkan bahwa setidaknya untuk urusan pangan, kita tak perlu panik.
“Banyak pihak akan mengalami kesulitan, tapi minimal kita aman dalam masalah pangan,” tegas Prabowo.
Di sisi lain, ia mengakui bahwa dinamika global saat ini penuh bahaya. Kekuatan-kekuatan besar yang bertikai bisa dengan mudah menyeret negara lain ke dalam krisis. Itu sebabnya, kewaspadaan dan upaya memperkuat kemandirian nasional mutlak diperlukan.
“Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak berkekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah,” jelasnya.
Artikel Terkait
Warga Palu Tukar Sampah Terpilah dengan Takjil di Bulan Ramadhan
Polda Metro Jaya Sediakan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik Lebaran 2026
Manchester City Vs Liverpool Jadi Magnet Utama Perempat Final Piala FA
Panglima TNI Perintahkan Status Siaga Satu, Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah