Ia menambahkan, tim akan memprioritaskan pembersihan di sekitar jalan utama. "Mudah-mudahan pengerjaan ini bisa cepat sehingga aktivitas warga tidak lagi terganggu," harapnya.
Harapan serupa disampaikan Camat Peusangan Siblah Krueng, Afrizal. Ia menyebut setidaknya ada delapan desa yang terdampak parah, seperti Desa Kubu dan Teupin Raya. Jalan yang terputus, katanya, sangat vital sebagai penghubung antarkecamatan.
"Kami berharap bantuan pembersihan bisa segera terealisasi," katanya.
Dukungan dari pusat diapresiasi oleh Plt. Kepala BPBD Bireuen, Doli Mardian. Ia mendampingi langsung peninjauan Dr. Nurdin.
"Kehadiran BNPP RI memberi harapan agar akses jalan kembali lancar seperti sediakala," ujar Doli.
Ia juga berharap, setelah penanganan di Peusangan Siblah Krueng selesai, kecamatan lain yang terdampak bisa mendapat perhatian yang sama.
Kehadiran tim BNPP di Aceh ini, meski baru langkah awal, setidaknya menjadi sinyal bahwa pemulihan mulai digenjot. Upaya membuka jalan yang terpendam lumpur mungkin terdengar teknis, tapi bagi warga di sana, itu adalah langkah pertama untuk kembali beraktivitas. Untuk mulai membenahi rumah, dan perlahan mengembalikan kehidupan yang sempat tersapu banjir.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Penguatan Perusahaan Mineral Nasional untuk Percepat Hilirisasi
Pelatih Bela Diri KONI Jatim Jadi Tersangka Pelecehan Atlet di Tiga Lokasi
Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Indonesia Aman di Tengah Ketegangan Global
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Konflik Timur Tengah ke Stabilitas Ekonomi Jakarta