Bantar Gebang lumpuh sebagian. Itulah situasi yang dihadapi Jakarta setelah longsor menerjang Zona 4A TPST pada Minggu lalu. Akibatnya, aktivitas pembuangan sampah di zona itu terpaksa dihentikan total. Langkah ini diambil untuk mencegah bencana susulan, tapi konsekuensinya langsung terasa: ritme pengiriman ribuan ton sampah ibu kota jadi kacau balau.
Bayangkan, sekitar 8.000 ton sampah harus dicarikan 'rumah' baru setiap harinya. Untuk mengatasi ini, Pemprov DKI langsung bergerak cepat. Arus truk-truk pengangkut sampah kini dialihkan ke Zona 3 yang masih beroperasi. Namun begitu, itu belum cukup. Pemerintah juga menyiapkan dua lokasi penampungan darurat di sekitar Bantar Gebang untuk menampung luapan sampah sementara.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi langkah-langkah darurat ini dari Balai Kota, Senin (9/3/2026).
"Sambil menunggu Zona 4A diselesaikan, dua zona baru sedang kami persiapkan untuk bersifat temporary," ujarnya.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Konflik Timur Tengah ke Stabilitas Ekonomi Jakarta
Prabowo Gelar Rapat Terbatas Bahas Swasembada dan Persiapan Lebaran di Hambalang
Tiga Tewas dalam Kecelakaan Pikap Penuh Penumpang di Kebumen
Nadiem Bantah Tuduhan Pemerkayaan Rp6 Triliun dari SPT Pajak di Sidang Chromebook