Di sisi lain, proses suksesi ini sebenarnya sudah lama diperkirakan. Majelis Pakar secara resmi telah mengangkat Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, untuk menduduki posisi tertinggi. Nama Mojtaba sendiri sebelumnya memang kerap disebut sebagai calon terkuat pengganti ayahnya.
Namun begitu, respons dari kawasan justru datang dengan nada mengancam. Israel, misalnya, menyatakan sikapnya dengan sangat jelas. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, tak ragu menyampaikan ancaman terbuka.
Peringatannya bahkan lebih spesifik. “Tidak peduli siapa namanya atau di mana dia bersembunyi,” cetusnya. Pernyataan keras itu sekaligus menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan di Teheran sama sekali tidak mengubah permusuhan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Situasinya tetap panas, dan semua mata kini tertuju pada langkah pertama Mojtaba Khamenei.
Artikel Terkait
Menteri Ara Soroti Peran Kunci Seskab Teddy dalam Proyek Rusun Meikarta
Polres Lingga Buka Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
Gubernur DKI Dukung Aturan Batasi Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
BPK Ungkap Kendala Audit Kasus LNG Akibat Ketidakkooperatifan Perusahaan AS