Asap hitam pekat masih menggantung di langit Teheran pagi itu. Bau bahan bakar terbakar menusuk hidung, sisa dari malam yang kacau. Serangan yang ditargetkan ke sejumlah fasilitas minyak oleh AS dan Israel, menurut laporan, benar-benar mengacaukan ritme ibu kota Iran.
Akibatnya, distribusi bahan bakar untuk warga pun terpaksa berhenti sementara. Pemerintah kota sedang berusaha mengatasi kerusakan yang terjadi pada infrastruktur energi mereka.
Gubernur Teheran, Mohammad Sadegh Motamedian, mengonfirmasi hal ini melalui kantor berita IRNA.
"Karena kerusakan pada jaringan pasokan bahan bakar, distribusi telah terhenti sementara," ujarnya.
"Masalah ini sedang diatasi," tambah Motamedian, mencoba menenangkan situasi.
Namun begitu, langkah nyata yang dirasakan warga justru pengurangan kuota. Menurut laporan Aljazeera yang mengutip Fars, gubernur menyatakan kuota harian bahan bakar lewat kartu pribadi dipotong. Dari yang semula 30 liter, kini hanya 20 liter per hari yang bisa diakses.
Artikel Terkait
Anggota DPR Soroti Dampak Mahalnya Tiket Pesawat pada Kesehatan dan Pendidikan
Studi di Jerman Temukan Kontaminasi Plasticizer pada 92% Sampel Urin Anak dan Remaja
Kapolres dan Wabup Rohil Pastikan Stok BBM dan Elpiji 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026
Tiga Anak Tewas Terbakar di Sorong, Diduga Dipicu Main Korek Api