Motamedian berjanji pengurangan ini bersifat darurat. Masyarakat diminta tidak panik karena gangguan pasokan akan segera diperbaiki. "Kami akan membatalkan langkah ini setelah dua atau tiga hari," katanya.
Serangan semalam, seperti diungkapkan oleh CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, Keramat Veyskarami, menyasar lima titik vital. "Empat depot minyak dan pusat transportasi produk minyak bumi di Teheran dan Alborz diserang oleh pesawat musuh," jelasnya pada televisi pemerintah.
Dampaknya tragis. Empat orang dilaporkan tewas dalam insiden itu.
"Empat personel kami, termasuk dua pengemudi truk tangki minyak, tewas," ujar Veyskarami dengan berat.
Meski fasilitas mengalami kerusakan dan sempat berkobar, situasi kebakaran akhirnya bisa dikuasai. "Api berhasil dikendalikan," tegasnya. Di sisi lain, Veyskarami meyakinkan publik bahwa cadangan bensin nasional masih cukup, mencoba meredam kekhawatiran akan kelangkaan.
Bagi warga Teheran, malam itu meninggalkan kesan mendalam. Pemadaman listrik dan cahaya api yang menjilat-jilat di kejauhan menjadi pemandangan menyeramkan. Paginya, kabut gelap dari asap kebakaran menyelimuti kota, mengubah suasana menjadi suram. Bau hangus terbawa angin, mengingatkan semua orang bahwa konflik ini punya konsekuensi yang sangat nyata.
Artikel Terkait
Tiga Tewas dalam Kecelakaan Pikap Penuh Penumpang di Kebumen
Nadiem Bantah Tuduhan Pemerkayaan Rp6 Triliun dari SPT Pajak di Sidang Chromebook
Wali Kota Solo Pastikan Pengawasan Ketat untuk Program Makan Bergizi Gratis
Terdakwa Kasus Mutilasi Tiara Ungkap Motif: Emosi yang Menumpuk