Tapi rupanya, serangan itu lebih luas dari yang terlihat. The Jerusalem Post menyebut, sasaran malam itu bukan cuma depot minyak. Beberapa lokasi yang dikaitkan dengan program nuklir Iran, plus pusat komando dan kendali militer, juga jadi target. Serangan ini terasa lebih dalam dan terencana.
Di sisi lain, kantor berita pemerintah Iran punya penekanan lain. Mereka menyatakan, ini adalah salah satu kali pertama fasilitas industri sipil jadi sasaran dalam konflik yang berlarut-larut ini. Sebuah eskalasi yang patut dicatat.
Respons Iran pun datang, cepat dan keras. Mereka tak tinggal diam. Tehran mengancam akan membalas dengan menyerang kilang minyak di Haifa, kota pelabuhan di Israel bagian utara. Ancaman itu menggantung, mempertegas ketegangan yang sudah memuncak.
Malam di Tehran telah berlalu, tapi jejak kehancuran dan ancaman balasan masih jelas terasa. Konflik ini, sekali lagi, menunjukkan betapa rapuhnya garis antara militer dan sipil.
Artikel Terkait
Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 Digelar di Balai Kota, Dukung UMKM dan Santuni Anak Yatim
Banjir Dua Meter Rendam Pela Mampang, Brimob Evakuasi Warga
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Perairan dekat Sinabang, Tidak Berpotensi Tsunami
Anak Temukan Jasad Ibu Tinggal Tulang Belulang Saat Bersihkan Rumah di Depok