Hilirisasi jadi kata kunci. Tak cuma di energi, tapi merambah ke banyak sektor. Industri bauksit, baterai listrik, sampai semikonduktor digenjot. Sektor pangan dan perikanan juga dapat perhatian serius. Bahkan, upaya meningkatkan lifting minyak lewat sumur-sumur baru dan optimalisasi sumur tua terus dilakukan. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan impor, terutama untuk pangan dan energi.
“Pemerintah juga mendorong peningkatan lifting minyak melalui pembukaan sumur-sumur baru, optimalisasi pengelolaan sumur tua, serta mengurangi ketergantungan dari negara lain khususnya terkait pangan dan energi,” jelasnya.
Semua langkah itu, harapannya, bakal membuka lapangan kerja dan ruang ekonomi yang lebih luas. Di sinilah peran buruh dan komunitas ojol dinilai krusial. Mereka bukan sekadar penonton, tapi bagian dari penggerak roda ekonomi.
Namun begitu, ada satu prasyarat penting. Iklim investasi harus kondusif. Tanpa itu, hilirisasi dan penanaman modal baik asing maupun dalam negeri bakal tersendat. “Ini perlu dijaga bersama,” tegas Sigit.
Di akhir pidatonya, Kapolri kembali menekankan pentingnya persatuan. Situasi global yang tidak pasti menuntut kekuatan dari seluruh elemen bangsa. Ia mengajak semua pihak, termasuk buruh dan ojol, untuk bersatu padu.
“Dalam situasi seperti ini dibutuhkan kekuatan seluruh elemen bangsa, termasuk buruh dan komunitas ojek online, untuk terus bersatu padu menjaga persatuan dan kesatuan, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama mengawal stabilitas nasional,” serunya.
Pesan itu jelas: di tengah turbulensi dunia, menjaga stabilitas dalam negeri adalah harga mati. Dan itu dimulai dari kesatuan sikap.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Kemang, Ratusan Kendaraan Terpaksa Putar Balik
Menteri Fadli Zon Tinjau Kerusakan Cagar Budaya di Langkat Pascabanjir
Ketua TP PKK Makassar Apresiasi Dedikasi Sekolah Gratis Sikola Mangkasara
BSI dan Danantara Bagikan Santunan ke 5.000 Anak Yatim dan Duafa di 9 Kota