"Kami bangga mengenakan pakaian tradisional dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada teman-teman dari berbagai negara," ujarnya.
Kesan positif datang dari salah satu peserta asal Tunisia, Khadijah. Ia mengaku takjub.
"Saya sangat takjub dengan budaya Indonesia. Masyarakatnya dikenal ramah dan menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak," katanya.
Di sisi lain, PPI Tunisia melihat momen seperti ini punya arti penting. Bukan cuma sekadar acara santai, tapi ini adalah ruang untuk mempererat hubungan antar mahasiswa internasional. Sekaligus, tentu saja, sebuah panggung untuk memamerkan kekayaan budaya masing-masing negara.
Partisipasi kecil ini, pada akhirnya, meninggalkan jejak yang berarti. Di negeri jauh, di bulan Ramadhan, batik, songkok, dan lagu "Tabola Bale" berhasil menjadi duta yang bicara banyak tentang Indonesia.
Artikel Terkait
Ian Huntley, Pembunuh Dua Anak di Soham, Tewas Diserang di Penjara
Persita Tangerang Hajar Madura United 4-1 di Lanjutan Liga Super
Presiden UEA Tegaskan Negara Bukan Target Mudah di Tengah Eskalasi Konflik
BPBD DKI Naikkan Status Pintu Air Pasar Ikan ke Siaga 2 Usai Hujan Deras