ujarnya lagi, mempertegas sikap.
Komentar-komentar keras ini tentu bukan muncul dari ruang hampa. Latar belakangnya adalah peperangan yang meluas setelah agresi besar-besaran AS dan Israel yang dimulai akhir pekan lalu. Dalam situasi panas itu, Araghchi menegaskan bahwa Iran sama sekali belum mengangkat tangan untuk meminta gencatan senjata. Komitmen untuk melawan agresi, katanya, tetap bulat.
Ia pun menyentil memori tentang perang singkat nan sengit selama dua belas hari di bulan Juni tahun lalu. Saat itu, fasilitas nuklir Iran menjadi sasaran. Namun yang menarik, Araghchi mengklaim bahwa pihak yang akhirnya memohon gencatan senjata justru adalah Israel.
"Kami waktu itu bahkan tidak meminta berhenti. Justru Israel yang minta, setelah dua belas hari kami balas serangan mereka,"
tuturnya, menyiratkan bahwa sejarah bisa terulang.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan Aturan Penyeberangan Khusus untuk Mudik Lebaran 2026
Andre Rosiade Bagikan 500 Paket Sembako ke Warga Jati Jelang Ramadan
Prancis Perkuat Armada di Mediterania dan Teluk Amid Ketegangan Timur Tengah
Teknologi Laser Diklaim Bantu Atasi Penggumpalan Darah dan Cegah Komplikasi