Di tengah ketegangan yang terus memanas, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, justru menyampaikan sikap yang terkesan dingin. Ia mengaku sama sekali tidak gentar menghadapi ancaman invasi darat dari Amerika Serikat dan Israel. Bahkan, komentar pedas datang dari Presiden AS Donald Trump, yang menyebut rencana semacam itu hanya akan membuang-buang waktu saja.
Menurut sejumlah saksi, pernyataan tegas Araghchi ini disampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan NBC News, langsung dari Teheran pada Kamis lalu. Wawancara itu kemudian dilaporkan oleh Press TV keesokan harinya. Intinya jelas: Iran menolak dikait-kaitkan dengan rasa takut.
"Tidak, kami justru menunggu kedatangan mereka,"
begitu jawab Araghchi ketika ditanya tentang kekhawatiran akan serbuan pasukan darat AS. Nadanya datar, tapi penuh keyakinan.
Dia melanjutkan dengan peringatan keras. Menurutnya, invasi semacam itu bukanlah ancaman bagi Iran, melainkan sebuah bencana yang akan menimpa AS sendiri. Persiapan sudah matang, dan Iran siap menghadapi kedua negara itu.
"Kami yakin bisa melawan. Dan itu akan berakhir buruk untuk mereka,"
Artikel Terkait
Andre Rosiade Bagikan 500 Paket Sembako ke Warga Jati Jelang Ramadan
Prancis Perkuat Armada di Mediterania dan Teluk Amid Ketegangan Timur Tengah
Teknologi Laser Diklaim Bantu Atasi Penggumpalan Darah dan Cegah Komplikasi
BNN dan Bea Cukai Bongkar Lab Mephedrone di Vila Mewah Bali, Dua WN Rusia Diamankan