Pernyataan itu terdengar seperti ancaman yang samar, namun jelas. Padahal, baru beberapa hari sebelumnya konflik di Timur Tengah memanas. Sekarang, dia sudah bicara tentang langkah besar berikutnya.
Memang, ancaman terhadap Havana bukan hal baru. Trump dan sekutunya kerap menggertak, memperketat sanksi ekonomi untuk mendesak pemerintahan komunis di sana. Tujuannya jelas: menggulingkan rezim yang tak disukainya.
Kini, dengan komentar terbarunya, suasana jadi makin tegang. Seolah-olah, daftar musuh AS tak pernah habis.
Artikel Terkait
Pasar Takjil Gampong Baro Ramai Setiap Sore Ramadan di Banda Aceh
Studi Ungkap Dampak Ekonomi Ramadan: Harga Pangan Naik, Produksi Industri Turun
BI Ingatkan Bahaya Tukar Uang di Pinggir Jalan, Ajak Masyarakat Gunakan Layanan Resmi
BRIN Temukan Mikroplastik di Kedalaman 2.450 Meter di Jalur Arus Lintas Indonesia