Kedua, komunikasi diplomatik digencarkan. Pemerintah aktif berbicara dengan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Tujuannya dua: mendorong dialog dan menyatakan kesiapan Indonesia jika diminta jadi mediator.
Menurut Santo, dalam sepekan terakhir ini saja, Menteri Luar Negeri Sugiono sudah melakukan sejumlah komunikasi penting lewat telepon. Rekannya dari Iran, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi telah dihubungi. Tak ketinggalan, Presiden Prabowo Subianto juga disebut telah berbicara dengan pimpinan UEA, Emir Qatar, dan Raja Yordania.
Di sisi lain, ada langkah ketiga yang tak kalah krusial: perlindungan WNI. Ini jadi prioritas utama di tengah gejolak. Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan perwakilan RI di negara-negara terdampak untuk memastikan keselamatan warga kita di sana.
Mereka juga bersiap-siap untuk skenario terburuk.
Jadi, sambil menjaga netralitas dan berupaya jadi penengah, pemerintah juga mengawasi dengan ketat keselamatan warganya sendiri. Sebuah langkah yang berusaha menjaga keseimbangan di tengah situasi yang serba tidak pasti.
Artikel Terkait
DPR Dukung PP Tunas: Batasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
AS Kerahkan Pengebom B-1 Lancer ke Inggris, Siaga Ancaman Rudal Iran
Herdman Hadapi Kekosongan Skuad, Buka Peluang Pemain Muda di FIFA Series
Serangan Udara Guncang Teheran, Iran Balas ke Tel Aviv