Nah, yang menarik, Sigit punya tawaran konkret untuk meningkatkan kompetensi buruh. Ia membuka lebar fasilitas Sekolah Polisi Negara (SPN) di seluruh Indonesia. Tempat-tempat itu bisa dipakai untuk pelatihan buruh, lho. Ini sejalan dengan program pemerintah dan KSPSI yang sedang gencar membangun Balai Latihan Kerja.
"Saya minta kepada jajaran Polri di manapun berada, SPN-SPN yang kita miliki, kalau mau digunakan untuk bekerja sama untuk memberikan pelatihan, saya persilakan," tegasnya. "Sehingga kemudian di manapun di wilayah industri yang akan dibangun, di situ ada SPN, kalau tidak ada tempat latihan, silakan untuk digunakan."
Ia mendorong agar materi pelatihannya tak biasa-biasa saja. Harus mencakup keahlian khusus yang dibutuhkan pasar global, seperti teknik las bawah air atau keperawatan. Tujuannya jelas: agar tenaga kerja Indonesia bisa bersaing di kancah internasional.
"Tentunya ini menjadi salah satu hal yang terus kita lakukan untuk memberikan ruang, baik itu lapangan pekerjaan maupun kesejahteraan, agar rekan-rekan terus bisa bersaing," pungkas Kapolri.
Acara itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat tinggi. Dari KSPSI, tampak para Dewan Penasihat seperti Komjen Yuda Gustawan, Komjen Imam Widodo, Ferriyady Hartadinata, dan Irjen (P) Cahyono Wibowo.
Sementara dari internal Polri, Sigit didampingi sejumlah nama besar. Mulai dari Kabareskrim Komjen Syahardiantono, Kadivhumas Irjen Johnny Eddizon Isir, hingga Kapusdokkes Irjen Asep Hendradiana. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dan Kasatgas Desk Ketenagakerjaan Brigjen Moh Irhamni juga terlihat hadir.
Artikel Terkait
Ribuan Pemuda Jerman Turun ke Jerman Tolak Wacana Wajib Militer
DPR Optimistis Ibadah Haji 2026 Tak Terganggu Meski Konflik Timur Tengah Membara
DPR Dukung PP Tunas: Batasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
AS Kerahkan Pengebom B-1 Lancer ke Inggris, Siaga Ancaman Rudal Iran