Hari ini, Jumat 6 Maret 2026, umat Islam di Malang memasuki hari ke-16 perjalanan Ramadhan 1447 Hijriyah. Bagi yang menjalankan ibadah puasa, momen yang paling dinanti tentu saja adalah waktu berbuka. Nah, untuk wilayah Malang dan sekitarnya, adzan Maghrib yang menjadi penanda bolehnya menyantap hidangan akan berkumandang pada pukul 17.50 WIB. Setelahnya, waktu Isya menyusul pada pukul 19.00.
Angka-angka jadwal itu, dikutip dari portal resmi Bimas Islam Kementerian Agama, hanyalah patokan waktu. Namun, makna di balik buka puasa sendiri jauh lebih dalam. Ini adalah saat yang penuh berkah dan kebahagiaan. Rasulullah SAW pernah menggambarkannya dengan sangat indah dalam sebuah sabda.
Artinya, orang yang berpuasa mendapat dua kebahagiaan: kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu dengan Rabbnya. Hadis riwayat Imam Muslim ini sering kita dengar, tapi coba renungi lagi. Bahagia sederhana karena segelas air dan kurma setelah menahan haus dan lapar seharian, ternyata disejajarkan dengan kebahagiaan tertinggi, yaitu pertemuan dengan Allah. Luar biasa, bukan?
Di sisi lain, momentum berbuka ini juga disebut-sebut sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Doa orang yang sedang berpuasa, apalagi jika ia menjaga diri dengan sungguh-sungguh, punya kedudukan khusus di hadapan Allah. Dalam riwayat lain yang dicatat oleh Imam Ahmad, Rasulullah SAW menyebutkan tiga golongan yang doanya tidak tertolak.
Mereka adalah pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi. Bayangkan, doa kita saat menunggu adzan Maghrib itu dibawa ke atas awan, pintu langit dibukakan, dan Allah sendiri berfirman, "Demi kemuliaan-Ku, Aku akan menolongmu meski setelah beberapa waktu." Sungguh sebuah kesempatan emas yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Menteri PU Tuntaskan Kerugian Negara Rp1 Triliun
Perencana Keuangan Ingatkan Pentingnya Anggaran Khusus untuk Hampers Lebaran
Polisi Kejar Wanita Pelaku Pencurian Uang Takziah di Kramat Jati
Muswil PPP Sulawesi Tengah Berjalan Mulus, Bentuk Formatur Baru