Lalu, bagaimana tata cara buka puasa yang dianjurkan? Sunnahnya sederhana. Mulailah dengan sesuatu yang manis, seperti kurma atau minuman manis, untuk mengembalikan energi tubuh yang terkuras. Baru setelah itu, bacalah doa. Ada beberapa versi doa yang masyhur, salah satunya adalah:
"Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah."
Doa pendek lainnya juga diriwayatkan oleh Abu Daud: Dzahaba dhomau wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah. Maknanya serupa, mengungkapkan rasa syukur bahwa dahaga telah terobati dan pahala dijanjikan.
Intinya, berbuka puasa bukan sekadar aktivitas membatalkan puasa. Ia adalah puncak dari kesabaran seharian, sebuah perayaan kecil penuh syukur, dan kesempatan emas untuk bermunajat. Jadi, saat jarum jam menunjukkan pukul 17.50 nanti di Malang, ambillah jeda sejenak. Syukuri hidangan itu, dan panjatkan doa dengan sepenuh hati. Selamat berbuka.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Menteri PU Tuntaskan Kerugian Negara Rp1 Triliun
Perencana Keuangan Ingatkan Pentingnya Anggaran Khusus untuk Hampers Lebaran
Polisi Kejar Wanita Pelaku Pencurian Uang Takziah di Kramat Jati
Muswil PPP Sulawesi Tengah Berjalan Mulus, Bentuk Formatur Baru