“Nabi-nabi aja, para Rasul saja dikhianati oleh Israel, apalagi cuma kita manusia biasa,” ujarnya, menyiratkan kekhawatiran yang mendalam. “Jadi terlepas apa pun dari beliau sampaikan, kita sudah sampaikan ke Presiden: tetap kita minta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BOP.”
Lantas, bagaimana tanggapan dari pihak Istana?
Presiden Prabowo rupanya memberikan respons yang cukup terbuka. Menurut penuturan Hanif, Prabowo menyatakan bahwa penarikan diri dari BoP akan dipertimbangkan atau tepatnya, akan dilakukan jika keanggotaan Indonesia di sana sudah dianggap tak lagi berguna. Syaratnya dua: bila tak ada lagi kemaslahatan bagi perjuangan Palestina, dan bila sudah tak sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia.
“Presiden tadi menyampaikan kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, nggak ada peluang buat memperjuangkan kemaslahatan Palestina dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri,” ungkap Hanif mengulang pernyataan Prabowo.
Pernyataan itu seperti memberi sinyal: jalan dialog masih terbuka, tapi keputusan akhir akan sangat bergantung pada realitas di lapangan. Malam itu pun berakhir dengan desakan yang masih menggantung, menunggu waktu untuk dijawab dengan langkah nyata.
Artikel Terkait
Harga Pakan Ternak Mulai Turun, Peternak Unggas Dapat Angin Segar
Inisiatif Perdamaian AS-Iran Prabowo Dapat Dukungan Negara-negara Islam
Kemenag Depok Tegur Tiga Masjid Soal Cara Bangunkan Sahur yang Bising
Polda Aceh Imbau Warga Tenang, Pastikan Stok BBM Aman