Acara buka puasa bersama di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis lalu, tak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Di hadapan para tokoh ulama dan ormas Islam, Presiden Prabowo Subianto justru memanfaatkan momen itu untuk menjelaskan sebuah keputusan penting yang sempat mengundang tanya: alasan Indonesia memilih bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
Lantas, apa implikasinya bagi dukungan kita terhadap Palestina? Pertanyaan ini pasti mengemuka. Nah, menurut Muhadjir Effendy, Ketua PP Muhammadiyah yang hadir dalam acara tersebut, langkah itu tidak diambil dengan gegabah.
"Keputusan ini melalui proses pertimbangan yang panjang," jelas Muhadjir.
Ia menegaskan bahwa komitmen Indonesia untuk mendorong kemerdekaan Palestina tetap tak tergoyahkan. Intinya, bergabung dengan dewan perdamaian bukan berarti kita berbalik haluan. Justru, menurut penjelasan yang diterimanya, langkah ini tetap berlandaskan pada upaya mewujudkan solusi dua negara yang selama ini kita perjuangkan.
Jadi, meski terlihat sebagai langkah baru di panggung global, narasi utamanya tetap sama. Indonesia ingin perdamaian yang adil dan berkelanjutan di tanah Palestina. Hanya saja, mungkin kini dengan cara dan jalur diplomasi yang sedikit berbeda.
Artikel Terkait
Wacana PPPK untuk Guru Madrasah Swasta di NTB Kembali Menguat
Satgas Karhutla Riau Gunakan Drone untuk Deteksi Dini Hotspot dan PETI
Lima Atlet Panjat Tebing Laporkan Pelecehan Seksual, Menpora Tegaskan Negara Berpihak
Castrol Luncurkan Layanan Darurat Kendaraan Gratis untuk Antisipasi Banjir di Jawa