Lalu, Apa Dampaknya Buat Kita?
BMKG menegaskan, meski tidak langsung menghantam, keberadaan ketiga sistem tekanan rendah ini bakal mempengaruhi kondisi cuaca dan laut Indonesia sampai Jumat (6/3) pagi. Efeknya cukup beragam.
Akibat Bibit Siklon 90S, sejumlah wilayah harus bersiap. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, dan NTT. Angin kencang juga perlu diwaspadai di Jawa Tengah hingga NTT.
Tapi yang paling signifikan adalah dampaknya terhadap gelombang laut. Di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, ombak bisa mencapai ketinggian 4 hingga 6 meter – kondisi laut yang sangat kasar dan berbahaya bagi pelayaran. Gelombang setinggi 2.5-4 meter juga berpotensi terjadi di perairan barat Lampung hingga selatan Yogyakarta.
Untuk Bibit Siklon 92P, dampak utama terasa di kawasan timur. Hujan lebat dan angin kencang mengancam pesisir selatan Papua Selatan dan Maluku bagian tenggara. Laut Arafuru diperkirakan akan mengalami gelombang tinggi 2.5-4 meter.
Sementara itu, Bibit Siklon 93S turut menyumbang peningkatan gelombang di wilayah yang hampir sama dengan 90S, terutama di Samudra Hindia sebelah barat dan selatan Jawa.
Menyikapi hal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Terutama terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, atau tanah longsor di daerah-daerah yang rawan. Pantau terus perkembangan informasi dari sumber resmi.
Artikel Terkait
Kemendagri Salurkan Rp10,6 Triliun untuk Pemulihan dan Mitigasi Bencana di Tiga Provinsi Sumatera
Indonesia Gandeng Tiongkok Tingkatkan Riset dan Produksi Padi di Merauke
Jimly: Laporan Reformasi Polri Siap Diserahkan, Tunggu Waktu Bertemu Prabowo
Jumlah Pengungsi Pascabencana di Aceh dan Sumut Turun Drastis Jelang Ramadan