Video itu tiba-tiba membanjiri linimasa. Memperlihatkan seorang pria berjas, diduga pramudi bus Transjakarta, sedang beradu mulut dengan pengemudi mobil listrik BYD. Suaranya keras, emosinya memuncak, dan aduh jalanan jadi macet karena aksi mereka.
Dari rekaman yang beredar Kamis lalu, terlihat jelas sang pramudi bertolak pinggang. Dia meneriakkan sesuatu ke arah mobil, bahkan sempat memasukkan tangannya ke dalam kaca jendela yang terbuka. Situasinya tegang.
Pengemudi mobil itu pun buru-buru menutup kacanya dan mencoba menjauh. Tapi rupanya belum selesai. Sang pramudi masih mengikuti, sambil terus memarahi dan bahkan memukul pintu mobil BYD tersebut.
Menurut sejumlah saksi, kejadian ini sudah terjadi sehari sebelumnya, tepatnya Rabu di kawasan Kelapa Dua Sasak.
Kepala Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi hal ini. Pria dalam video itu memang pramudi mereka, yang bertugas di rute Koridor 8 Lebak Bulus-Pasar Baru.
“Menanggapi insiden yang ramai di media sosial, antara pramudi bus rute Lebak Bulus-Pasar Baru dengan pengendara mobil pribadi di Kelapa Dua Sasak, Rabu lalu, PT Transportasi Jakarta mengonfirmasi bahwa itu adalah pramudi operator BMP 240369,” ungkap Ayu, Kamis.
Dia menjelaskan, dari pemeriksaan awal, pemicu keributan ini adalah mobil pribadi yang masuk ke jalur busway. Sang pramudi terpaksa melakukan manuver menghindar untuk mencegah benturan.
“Kejadian bermula saat kendaraan pribadi masuk ke jalur busway. Pramudi menghentikan bus untuk berkomunikasi dengan pengendara tersebut, setelah mobil itu kembali ke jalur reguler,” tuturnya.
Namun begitu, Ayu menegaskan bahwa Transjakarta sama sekali tidak membenarkan tindakan sang pramudi. Sikap seperti itu, tegasnya, bertentangan dengan profesionalitas dan etika yang wajib dijaga seluruh awak bus.
“Transjakarta tidak membenarkan tindakan pramudi yang terlibat cekcok dan tidak santun. Seluruh pramudi wajib menjaga profesionalitas dan etika di jalan raya dalam kondisi apapun,” tegas Ayu.
Di sisi lain, investigasi internal masih terus digelar. Ayu menyatakan, jika nanti terbukti ada pelanggaran SOP, sanksi tegas akan diberikan kepada pramudi yang bersangkutan.
“Saat ini, kami tengah melakukan investigasi dan pembinaan internal. Jika terbukti ada pelanggaran SOP, pramudi akan diberikan sanksi tegas,” lanjutnya.
Jadi, begitulah kronologinya. Sebuah insiden kecil di jalanan yang berujung viral, menyisakan pertanyaan tentang kesabaran dan profesionalitas di tengah hiruk-pikuk lalu lintas ibu kota.
Artikel Terkait
Polisi Sita 80 Gram Kokain dan Tangkap Dua Tersangka di Kemayoran
YouTube Patuh pada PP Tunas, Batasi Aksen Pengguna di Bawah 16 Tahun
Dua Mahasiswi Unsoed Laporkan Rekan ke Polisi Diduga Pelaku Kekerasan Seksual
Anggota DPR Usulkan Transaksi Batu Bara DMO Pakai Rupiah untuk Kurangi Risiko Negara