Ketegangan di Timur Tengah yang memanas pekan ini membuat sejumlah negara bergerak cepat. Australia termasuk di antaranya. Perdana Menteri Anthony Albanese secara terbuka mengonfirmasi bahwa Canberra telah mengerahkan "aset militer" ke kawasan tersebut. Langkah ini, menurutnya, adalah bagian dari persiapan darurat pemerintahannya.
“Dan kita telah mengerahkan aset-aset militer sebagai bagian dari perencanaan darurat kita awal pekan ini,” ujar Albanese di hadapan parlemen Australia, Kamis (5/3) waktu setempat.
Dia melanjutkan, “Saya berterima kasih kepada warga Australia yang pergi ke situasi berbahaya untuk membantu sesama warga Australia.”
Meski begitu, PM Albanese tak merinci lebih jauh. Jenis aset militer apa yang dikirim, atau di mana tepatnya mereka ditempatkan, masih belum jelas. Dari informasi yang beredar, tujuan utamanya adalah untuk mengevakuasi warga Australia yang terjebak di tengah eskalasi konflik.
Artikel Terkait
Bareskrim Serahkan Rp58,1 Miliar Hasil Rampasan Judi Online ke Kejaksaan Agung
Kahf Gelar Global Ramadan Connect 2026, Jangkau Lebih dari 8.150 Peserta di 6 Negara
Erick Thohir Bahas Persiapan Timnas dan Naturalisasi Maarten Paes dengan Menkum HAM
Azerbaijan Protes ke Iran Usai Drone Serang Bandara dan Sekolah di Nakhichevan