Latar belakangnya memang mencemaskan. Amerika Serikat dan Israel baru-baru ini melancarkan serangan gabungan yang menargetkan Iran. Serangan itu dikabarkan menewaskan ratusan orang, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa itu ibarat memantik korek di tengah tumpahan bensin, memicu konflik regional yang meluas dengan cepat.
Teheran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menyerang target-target di Israel dan juga negara-negara Teluk yang diketahui menampung pasukan AS. Situasi yang kacau inilah yang kemudian memicu aksi penyelamatan warga asing oleh berbagai negara.
Selain mengirimkan aset militer, pemerintah Australia juga telah menempatkan enam tim respons krisis di kawasan Timur Tengah. Langkah-langkah ini menunjukkan betapa seriusnya Canberra memandang ancaman yang berkembang. Di sisi lain, langkah serupa juga dilakukan oleh beberapa sekutu Australia, yang sama-sama berusaha membawa pulang warganya dengan segera.
Artikel Terkait
Bareskrim Serahkan Rp58,1 Miliar Hasil Rampasan Judi Online ke Kejaksaan Agung
Kahf Gelar Global Ramadan Connect 2026, Jangkau Lebih dari 8.150 Peserta di 6 Negara
Erick Thohir Bahas Persiapan Timnas dan Naturalisasi Maarten Paes dengan Menkum HAM
Azerbaijan Protes ke Iran Usai Drone Serang Bandara dan Sekolah di Nakhichevan