Demikian penjelasan Anggiat pada Rabu (4/3/2026). Nama "Zidan" itu kini jadi titik terang sekaligus teka-teki utama bagi penyidik. Siapa dia? Apa yang membuatnya terpaksa meninggalkan buah hati di gerobak nasi uduk, di tengah keramaian Pasar Minggu?
Saksi mata, seorang warga bernama Dinda, adalah orang pertama yang melihat langsung. Ia mendengar tangisan, menghampiri gerobak, dan kemudian membuka tas hitam itu. Pemandangan yang pasti tak mudah dilupakan.
Kini, bayi tersebut sudah diamankan dan mendapatkan perawatan. Nasibnya selanjutnya masih dalam penantian. Sementara itu, gerobak nasi uduk itu telah berubah dari tempat berjualan menjadi sebuah TKP yang sunyi, menyimpan cerita pilu seorang anak yang baru dua hari mengenal dunia.
Artikel Terkait
ESG di Indonesia: Antara Komitmen Nyata dan Kelelahan akan Jargon
MKMK Nyatakan Tak Berwenang Periksa Laporan Etik Terhadap Hakim Adies Kadir
Sewa Mobil Jadi Solusi Utama Jelajahi Bali dengan Fleksibel
Komnas Perempuan Desak DPR Segera Sahkan RUU Perlindungan PRT