Suasana tebaru kembali menyelimuti kawasan perbatasan Thailand dan Kamboja. Baku tembak yang terjadi belakangan ini memantik reaksi dari Indonesia. Lewat juru bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, pemerintah RI secara terbuka menyuarakan keprihatinannya.
"Indonesia menyampaikan kekhawatiran atas berlanjutnya konflik bersenjata di wilayah perbatasan Thailand dan Kamboja," tegas Yvonne, Minggu lalu.
Dia menambahkan, eskalasi seperti ini jelas mengancam stabilitas regional. Tidak hanya itu, potensi jatuhnya korban jiwa juga makin nyata. Karena itulah, Jakarta mendesak kedua negara untuk segera kembali mematuhi komitmen yang sudah ada.
Dorongan itu khususnya mengacu pada kesepakatan gencatan senjata dalam Kuala Lumpur Peace Accord. Menurut Yvonne, kerangka itu adalah landasan penting. Fungsinya jelas: menurunkan ketegangan dan mencegah situasi makin runyam.
"Indonesia mendorong kedua negara untuk kembali kepada kerangka gencatan senjata yang telah disepakati," ujarnya lagi.
Di sisi lain, posisi Indonesia sebagai bagian dari ASEAN juga ditegaskan. Yvonne menyebut, jalan damai lewat diplomasi harus jadi prioritas utama. Dialog yang konstruktif mutlak diperlukan. Tujuannya tak lain untuk menjaga perdamaian di Asia Tenggara.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran 2026: 1,1 Juta Kendaraan Sudah Keluar dari Jakarta
Antrean Kendaraan Tembus 13.000 Unit, Puncak Arus Mudik Landa Pelabuhan Merak
Sporting CP Balikkan Kekalahan 0-3, Lolos Dramatis ke Perempat Final Liga Champions
Menhub Prediksi Puncak Mudik Roda Dua di Pelabuhan Ciwandan 18-19 Maret