"Sebagai bagian dari ASEAN, Indonesia mendorong kedua negara untuk terus memprioritaskan penyelesaian secara diplomasi," katanya.
Harapannya, Thailand dan Kamboja bisa menahan diri. Semangat kerja sama regional, sesuai komitmen ASEAN, perlu diutamakan demi keamanan bersama.
Sementara itu, dari sudut pandang yang sedikit berbeda, Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto, punya pandangan menarik. Dia melihat peluang bagi Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan.
"Menurut saya Bapak Presiden bisa berperan sebagai mediator agar Thailand dan Kamboja mau menyelesaikan sengketa mereka secara damai," ujar Hikmanto kepada wartawan.
Dasar hukumnya, lanjut dia, ada pada amanat Piagam PBB dan prinsip-prinsip ASEAN. Alasan kepentingan Indonesia juga kuat. Konflik berkepanjangan antara kedua tetangga itu berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi kawasan. Efeknya bisa menjalar ke mana-mana, termasuk ke Indonesia. Jadi, upaya perdamaian bukan cuma soal solidaritas, tapi juga kepentingan nasional.
Artikel Terkait
29 RT Masih Tergenang, Warga Ibu Kota Bertahan di Pengungsian
Gempa 4,6 SR Guncang Nias Utara Dini Hari
Putin dan Larijani Bahas Aliansi di Kremlin Saat Ancaman AS ke Iran Menggantung
Trump: Iran Ingin Berunding, Tapi Batas Waktu Rahasia Sudah Ditetapkan