Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Minyak Tembus US$100 per Barel

- Senin, 09 Maret 2026 | 13:50 WIB
Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Minyak Tembus US$100 per Barel

Harga minyak dunia benar-benar menggila. Sentuhannya bahkan sudah menembus angka 100 dolar AS per barel, jauh melampaui asumsi APBN yang cuma di level 70 dolar. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akhirnya angkat bicara soal lonjakan ekstrem ini, Senin (9/3/2026) di kantornya.

Menurut Bahlil, situasi global lagi panas. Eskalasi konflik antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat memicu kekacauan, berujung pada penutupan Selat Hormuz. Padahal, selat sempit itu adalah urat nadi perdagangan energi global, dengan pangsa pasar yang mencapai seperlima dari total pasokan.

"Memang kalau kita melihat, posisi harga minyak dunia sekarang sudah melampaui 100 dolar AS per barel," ucap Bahlil.

Dia melanjutkan, "Inilah yang terjadi di global akibat dampak dari perang Iran melawan Israel dan Amerika."

Lantas, bagaimana dampaknya di dalam negeri? Bahlil berusaha menenangkan. Pemerintah, kata dia, belum punya rencana untuk menaikkan harga BBM subsidi. Masyarakat tak perlu khawatir, setidaknya sampai hari raya nanti.

"Tapi sekali lagi saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga, karena sampai dengan hari raya ini insyaallah enggak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi," tuturnya.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar