Mencari Jalan Lain: Lewat Darat dan Negara Tetangga
Lantas, apa solusinya? Karena penerbangan langsung sulit, pemerintah pun menjajaki beberapa skema. Opsi-opsinya cukup beragam.
Pertama, memanfaatkan hub penerbangan di Asia Tenggara. Maksudnya, penerbangan dialihkan dulu ke Singapura atau Bangkok, baru kemudian ke Jakarta. Ini rute memutar, tapi setidaknya ada kepastian.
Kedua, ini yang lebih menantang: evakuasi via jalur darat. Rencananya, WNI akan dibawa melintasi perbatasan menuju Oman. Bandara di Muscat, ibukota Oman, dikabarkan masih beroperasi normal. Dari sana, diharapkan perjalanan bisa dilanjutkan.
Opsi ketiga agak unik, yaitu memanfaatkan jalur umrah. Arab Saudi menjadi pintu keluar alternatif, dengan mempertimbangkan bandara di Jeddah atau Madinah yang masih melayani penerbangan internasional.
Keselamatan Warga di Atas Segalanya
Di balik semua perencanaan teknis itu, pemerintah menegaskan satu hal: keselamatan dan kebutuhan dasar WNI adalah prioritas utama. Masa tunggu yang bisa jadi panjang harus dihadapi dengan kondisi yang terjamin.
Untuk itu, satuan tugas di kedua kota terus memantau kondisi warga yang tertahan. Bantuan konsuler apa pun yang diperlukan akan diupayakan pemberiannya. Intinya, mereka berusaha agar warga tak merasa sendirian di tengah kekacauan ini.
Menunggu memang melelahkan. Apalagi di negeri orang. Tapi dengan berbagai opsi yang sedang diusahakan, harapan untuk segera pulang ke tanah air semoga tak lama lagi terwujud.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
ESG di Indonesia: Antara Komitmen Nyata dan Kelelahan akan Jargon
MKMK Nyatakan Tak Berwenang Periksa Laporan Etik Terhadap Hakim Adies Kadir
Sewa Mobil Jadi Solusi Utama Jelajahi Bali dengan Fleksibel
Komnas Perempuan Desak DPR Segera Sahkan RUU Perlindungan PRT