Fityan
TVRINews – Abu Dhabi
Diplomat Indonesia kini membuka opsi lain lewat Oman dan Arab Saudi, menyusul kekacauan di langit Timur Tengah.
Puluhan warga negara Indonesia terkatung-katung di Uni Emirat Arab. Gara-garanya, tentu saja, penutupan ruang udara yang mendadak. Menghadapi situasi ini, perwakilan diplomatik kita di UEA tak tinggal diam. Mereka bergerak cepat untuk mengevakuasi warga yang terjebak.
Hingga awal Maret 2026, setidaknya ada 41 WNI yang masih berada di Abu Dhabi dan Dubai. Mereka terdampar sejak 28 Februari lalu, ketika otoritas setempat menutup langit mereka. Situasi keamanan di kawasan yang terus memanas inilah pemicunya, yang berimbas pada pembatalan penerbangan secara massal. Ribuan turis dari berbagai negara pun ikut merasakan dampaknya, terjebak dalam ketidakpastian yang menjengkelkan.
Prioritas Maskapai dan Jalan Terjal
Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, membeberkan bahwa kebanyakan WNI yang terdampak sebenarnya adalah penumpang transit. Mereka cuma singgah, tapi malah terpaksa berlama-lama.
KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai pun terus berjibaku. Komunikasi intensif dengan maskapai besar seperti Etihad dan Emirates dijalin. Tapi, jalan pulang tak semudah membalik telapak tangan.
Tantangan logistiknya nyata. Bayangkan, ada sekitar 20.000 penumpang internasional yang juga ingin pulang dari UEA. Dalam kondisi seperti ini, maskapai pasti akan memilih rute dengan penumpang terbanyak. Itu bisnis.
“Jumlah penumpang menuju Jakarta relatif sedikit sehingga membutuhkan pengaturan khusus,”
Demikian penjelasan Judha Nugraha dalam pernyataannya.
Artikel Terkait
ESG di Indonesia: Antara Komitmen Nyata dan Kelelahan akan Jargon
MKMK Nyatakan Tak Berwenang Periksa Laporan Etik Terhadap Hakim Adies Kadir
Sewa Mobil Jadi Solusi Utama Jelajahi Bali dengan Fleksibel
Komnas Perempuan Desak DPR Segera Sahkan RUU Perlindungan PRT