Prabowonomics di Davos: Gagasan atau Gincu Ekonomi?

- Kamis, 22 Januari 2026 | 11:00 WIB
Prabowonomics di Davos: Gagasan atau Gincu Ekonomi?

Prabowo Siap Paparkan "Prabowonomics" di Panggung Dunia

Dalam lawatannya ke Eropa, Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Laksmana mengonfirmasi satu hal. Di ajang World Economic Forum di Davos, Swiss nanti, Prabowo Subianto akan berbicara. Topiknya? Gagasannya sendiri soal ekonomi, yang dia beri label "Prabowonomics".

“Beliau akan menceritakan capaian pemerintah dalam setahun terakhir. Itulah yang disebut Prabowonomics,” ujar Teddy, saat ditemui di London.

Nah, ini yang menarik. Sebagai pengamat, saya sendiri agak bingung. Apa sebenarnya yang mau dibanggakan?

Setahun berkuasa, pertumbuhan ekonomi kita ya biasa-biasa saja. Kalau mau jujur, bahkan cenderung B-minus dibanding performa era sebelumnya. Rupiah? Masih terengah-engah. Utang negara malah makin membubung, defisit anggaran hampir sentuh angka 3%. Lalu, bagian mana yang layak dipamerkan ke forum global?

Di sisi lain, ada rasa heran yang lain. Dulu, IHSG sering jadi bahan hinaan. Sekarang, mungkin angka 9200 akan dijadikan bukti keberhasilan. Lucu, bukan? Tapi ya, politik memang kerap berbalut paradoks.

Menurut saya, baru layak ada sedikit kebanggaan kalau pertumbuhan ekonomi kita bisa menyentuh 6%. Itu pun sebenarnya standar biasa di era 2004-2014. Jadi, jangan terlalu cepat berpuas diri.

Yang jelas, memberi nama teori ekonomi dengan nama sendiri di panggung sebesar WEF itu... ya, terdengar sangat narsis. Tapi, mari kita tunggu saja isi pidatonya. Akan seperti apa Prabowonomics itu dijelaskan di hadapan para pemimpin dunia.

(Tere Liye)

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar