Bagi Irene, kolaborasi lintas sektor dalam festival semacam ini adalah model ideal. Ia melihatnya sebagai blueprint untuk pengembangan ekonomi kreatif yang benar-benar berbasis budaya.
tambahnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Gubernur Jakarta Pramono Anung hadir, bersama mantan-mantan gubernur seperti Sutiyoso, Fauzi Bowo, dan Anies Rasyid Baswedan. Kehadiran mereka seolah menyiratkan dukungan lintas generasi pemimpin untuk acara budaya semacam ini.
Menjelang usia Jakarta yang ke-500 tahun, harapan Irene jelas. Cap Go Meh diharapkan tak lagi dipandang sebagai penutup serangkaian perayaan Imlek belaka. Lebih dari itu, ini harus jadi momentum untuk menyatukan langkah dan membangun optimisme kolektif. Tujuannya satu: mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, kaya budaya, dan punya daya saing kuat.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Tokoh Bali Sepakati Takbiran 2026 Tanpa Pengeras Suara Saat Nyepi
AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Lepas Pantai Sri Lanka, 87 Pelaut Tewas
29 Pekerja Migran Indonesia Bersiap Berangkat ke Jerman Lewat Program Triple Win
Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei